Thomas Tuhel

Chelsea Terlalu Banyak Penyerang, Jadi Tantangan Tuchel!

Thomas Tuhel harus waspada tentukan line-up dan peraturan perputaran tim Chelsea. Ada beberapa striker yang menanti peluang bermain di atas lapangan.

Sekarang ini Chelsea punyai banyak striker yang siap bermain, permasalahannya cuman ada tiga slots dalam skema yang umum dimainkan Tuhel. Maknanya, harus ada pemain yang siap dicadangkan.

Berdasar laporan The Athletic, sekarang ini Tuhel sedikit kesusahan jaga beberapa penyerangnya masih tetap suka dan nyaman dalam team. Langkah Tuhel perlakukan dan mengurus pemain dapat punya pengaruh besar.

Masalah Lukaku

Permasalahan pertama dan paling besar berkaitan dengan sang penyerang baru, Romelu Lukaku. Bahkan juga beberapa bulan kemarin Lukaku pernah membuat permasalahan dengan komentar polemis di media.

Lukaku nampaknya tidak pas dengan style main yang diputuskan Tuhel. Ia kesusahan dan tidak dapat mengoptimalkan kekuatannya sebagai penyerang pembuat gol.

Sekarang, ada berita jika Lukaku bukan salah satu pemain yang tidak senang dengan kompetisi baris serang Chelsea. Keadaan cukup susah, kemungkinan ada banyak pemain yang ingin pergi.

Banyak penyerang Chelsea

Timbunan pemain Chelsea diawali dari zaman Frank Lampard. Waktu itu, dalam salah satu peluang transfer bursa, Lampard mengambil banyak striker seperti Kai Havertz, Hakim Ziyech, dan Timo Werner.

Seterusnya, Tuhel merealisasikan salah satu pembelian tetap sebagai pelatih Chelsea. Ia pulangkan Lukaku ke Stamford Bridge pada harga tinggi.

Belumlah cukup, Chelsea masih mempunyai Christian Pulisic, Mason Mount, dan Callum Hudson-Odoi. Pasti kebanyakan striker dalam tim Chelsea yang sekarang ini.

Tantangan untuk Tuchel

Thomas Tuchel Pelatih Chelsea 2022

Permasalahannya, Tuhel cuman dapat menunjuk tiga striker dalam skema 3-4-2 yang menjadi kesukaannya. Satu status kemungkinan telah ditegaskan diisi Mount, salah satunya pemain favorite.

Permasalahannya, masih tetap ada sekitaran enam striker yang lain memerlukan peluang bermain. Bila Tuhel tidak dapat mengurus team secara benar, keadaan ini malah bisa saja permasalahan.

Referensi : Bola.net, Express, The Athletic